Thursday, April 16, 2026
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tarshadigital
Home Teknologi

Inggris Uji Coba Transmisi Listrik Tenaga Surya Luar Angkasa ke Ladang Angin Lepas Pantai

Revolusi Energi 2026: Inggris Uji Coba Transmisi Listrik Tenaga Surya dari Luar Angkasa

in Teknologi, Antariksa
solar power satellite

Revolusi Energi 2026: Inggris Uji Coba Transmisi Listrik Tenaga Surya dari Luar Angkasa

Tarshadigital.com – (London) – Pemerintah Inggris mengambil langkah besar dalam ambisi kemandirian energi hijau pada awal 2026 ini. Sebuah studi terbaru memberikan lampu hijau bagi pengembangan teknologi Space-Based Solar Power (SBSP) atau pembangkit listrik tenaga surya berbasis luar angkasa yang akan diintegrasikan dengan ladang angin lepas pantai.

Laporan yang disusun oleh Frazer-Nash Consultancy dan diterbitkan pada Februari 2026 ini mengonfirmasi bahwa satelit pemanen surya di orbit bumi dapat mengirimkan listrik bersih langsung ke jaringan nasional (National Grid). Teknologi ini diproyeksikan mampu menyuplai hingga dua gigawatt (GW) listrik, setara dengan kapasitas reaktor nuklir skala besar.

Studi yang dirilis oleh Departemen Keamanan Energi dan Net Zero (DESNZ) tersebut menyarankan pemasangan antena penerima khusus, yang dikenal sebagai rectenna, di area ladang angin lepas pantai yang sudah ada. Langkah ini dinilai sangat strategis karena memungkinkan sistem SBSP memanfaatkan infrastruktur koneksi jaringan dan kabel transmisi yang telah tersedia di lokasi tersebut.

BacaJuga

Inovasi Panel Surya Dua Fungsi Harvard: Solusi Listrik dan Penghangat Otomatis 2026

Teknologi Penangkapan Karbon Efisien Viciazite dari Jepang Turunkan Biaya Emisi 2026

Mekanisme Listrik dari Orbit ke Bumi

Konsep SBSP bekerja dengan menangkap energi matahari menggunakan satelit raksasa di orbit geostasioner. Karena berada di luar atmosfer bumi, satelit ini tidak terhambat oleh awan, cuaca, atau siklus malam hari. Energi yang terkumpul kemudian diubah menjadi gelombang mikro dan dipancarkan ke bumi menuju rectenna di permukaan laut.

Keunggulan utama teknologi ini adalah intensitas energinya. Pembangkit listrik di orbit mampu menghasilkan energi hingga 13 kali lebih besar dibandingkan instalasi panel surya dengan ukuran yang sama di daratan bumi. Selain itu, SBSP menawarkan solusi atas masalah intermitensi (ketidakpastian) yang selama ini menghantui energi angin dan surya konvensional.

Solusi Energi Bersih 24 Jam

Berbeda dengan panel surya darat yang hanya berfungsi saat siang hari, sistem SBSP mampu beroperasi hampir terus-menerus selama 24 jam penuh dalam segala kondisi cuaca. Hal ini menjadikannya sebagai beban dasar (baseload) energi bersih yang sangat andal untuk mendukung target Net Zero Inggris.

Meskipun biaya awal pembangunan infrastruktur luar angkasa ini masih tergolong tinggi, laporan tersebut mencatat adanya penurunan signifikan dalam biaya peluncuran roket selama satu dekade terakhir. Penggunaan roket yang dapat digunakan kembali (reusable rockets) dan persaingan komersial yang ketat di tahun 2026 telah membuka jalan bagi kelayakan ekonomi proyek ini.

Target Operasional dan Tantangan Ekonomi

DESNZ menyimpulkan bahwa dengan investasi awal yang tepat, SBSP dapat mencapai harga listrik yang kompetitif di pasar pada tahun 2040, dengan kisaran harga antara 118 hingga 175 Dolar AS per MWh.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa de-risking atau pengurangan risiko teknis melalui proyek percontohan skala kecil sangat diperlukan untuk menarik minat investor swasta. Selain teknis, pengkajian mendalam mengenai dampak visual dan lingkungan dari pemasangan rectenna raksasa di lepas pantai juga menjadi prioritas sebelum implementasi skala penuh dilakukan.

Dukungan dari sektor publik dan swasta di tahun 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi Inggris untuk memimpin perlombaan teknologi energi luar angkasa global, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di masa depan.

Tags: Energi TerbarukanInovasi EnergiLampostNet Zero 2026SBSP 2026Space-Based Solar Powerteknologi luar angkasa
Previous Post

Arkeolog Temukan Struktur Kayu Tertua 476.000 Tahun di Zambia, Lampaui Era Homo Sapiens

Next Post

Studi Terbaru 2026: Obesitas dan Hipertensi Penyebab Langsung Demensia Vaskular

Related Posts

Panel surya dua fungsi
Teknologi

Inovasi Panel Surya Dua Fungsi Harvard: Solusi Listrik dan Penghangat Otomatis 2026

29/03/2026
Teknologi Penangkapan Karbon Efisien
Teknologi

Teknologi Penangkapan Karbon Efisien Viciazite dari Jepang Turunkan Biaya Emisi 2026

28/03/2026
Astronom baru saja mengungkap fenomena langka tabrakan planet mirip bumi di sistem Gaia20ehk.
Antariksa

Ilmuwan Temukan Tabrakan Planet Mirip Bumi di Galaksi Bima Sakti

28/03/2026
Next Post
Obesity increases

Studi Terbaru 2026: Obesitas dan Hipertensi Penyebab Langsung Demensia Vaskular

Ubur-ubur Kosmik

Teleskop James Webb Abadikan Galaksi Ubur-ubur dari Masa Remaja Alam Semesta

Ilustrasi

NASA Temukan JADES-ID1 Protocluster Tertua Bukti Alam Semesta Tumbuh Cepat

Bahan Bakar Hidrogen

Mengapa NASA Tetap Gunakan Hidrogen di Misi Artemis 2026 Meski Sering Bocor?

DNA Kuno Ungkap Misteri Makam 5.500 Tahun di Swedia

DNA Kuno Ungkap Misteri Makam 5.500 Tahun di Swedia: Hubungan Keluarga Ternyata Lebih Luas

Panel surya dua fungsi
Teknologi

Inovasi Panel Surya Dua Fungsi Harvard: Solusi Listrik dan Penghangat Otomatis 2026

29/03/2026

Tarshadigital.com - Panel surya dua fungsi kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhati teknologi energi terbarukan pada tahun 2026. Para...

Read more
Mesin Fusion Sunbird

Terobosan Mesin Fusion Sunbird: Lompatan Besar Teknologi Antariksa di Tahun 2026

29/03/2026
Teknologi Penangkapan Karbon Efisien

Teknologi Penangkapan Karbon Efisien Viciazite dari Jepang Turunkan Biaya Emisi 2026

28/03/2026
Astronom baru saja mengungkap fenomena langka tabrakan planet mirip bumi di sistem Gaia20ehk.

Ilmuwan Temukan Tabrakan Planet Mirip Bumi di Galaksi Bima Sakti

28/03/2026
mekanisme pembersihan metana

Mekanisme Pembersihan Metana di Atmosfer Menguat di Tengah Krisis Iklim 2026

27/03/2026
Tarshadigital

Menjelajah Pengetahuan, Tanpa Batas!

  • indeks
  • Privacy Policy
  • Tarshadigital

© 2025 tarshadigital.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks

© 2025 tarshadigital.com