Tarshadigital.com – SYDNEY — Sebuah teka-teki besar yang telah membingungkan para astronom dunia selama bertahun-tahun kini berhasil dipecahkan dengan sangat gemilang. Misteri sinyal radio misterius berulang dari kedalaman luar angkasa yang memancar, meredup, lalu kembali menyala setiap satu jam sekali akhirnya berhasil diidentifikasi. Penemuan ini membawa sentimen positif yang luar biasa bagi dunia astrofisika karena berhasil meruntuhkan teori lama dan bertindak bagai “Batu Rosetta” kosmik untuk memahami perilaku aneh objek-objek di alam semesta.
Selama ini, pancaran gelombang radio berperiode panjang yang lambat seperti itu dinilai sangat mustahil terjadi menurut hukum fisika bintang konvensional. Melalui pengamatan terbaru yang sangat presisi, para ilmuwan mengonfirmasi bahwa sumber dari fenomena aneh ini bukanlah sebuah bintang mati tunggal yang berputar lambat, melainkan sepasang bintang yang terkunci dalam orbit yang sangat intim dan mematikan.
Apa Sebenarnya Sinyal Radio Berperiode Panjang yang Membingungkan Itu?
Dalam dunia astronomi, gelombang ini dikategorikan sebagai *long-period radio transients* (pancaran radio berperiode panjang). Karakteristik utamanya adalah mereka akan bersinar sangat terang dalam gelombang radio, jatuh dalam kegelapan total, lalu kembali berdenyut beberapa menit atau beberapa jam kemudian. Di seluruh alam semesta, sejauh ini hanya ada sekitar belasan sinyal seperti ini yang pernah terdeteksi oleh manusia.
Kecepatan denyut yang sangat lambat ini pada awalnya dianggap sebagai sebuah anomali yang tidak masuk akal. Teori ilmiah yang populer sebelumnya menuduh bintang mati (bintang neutron) yang berputar lambat sebagai pelakunya. Namun, secara matematis, bintang yang berputar se-malas itu seharusnya tidak memiliki energi yang cukup untuk memancarkan denyut radio sama sekali ke luar angkasa. Tanpa adanya bukti sumber yang jelas, para ilmuwan tidak bisa memastikan apakah semua sinyal radio di luar sana berbagi asal-usul yang sama atau lahir dari proses yang berbeda.
Detektif Kosmik: Bagaimana Ilmuwan Menangkap Basah sang Pelaku?
Menggunakan Teleskop ASKAP Australia untuk Membongkar Kedok ASKAP J1745-5051
Dobrakan besar ini dimulai ketika Kovi Rose, seorang peneliti doktoral bidang fisika dari *University of Sydney*, sedang menyisir data survei radio untuk mencari jenis cahaya magnetis yang terpilin. Di tengah tumpukan data tersebut, ia menemukan satu sumber aneh yang tidak cocok dengan rekam medis objek kosmik mana pun yang pernah dicatat oleh manusia.
STRUKTUR SISTEM BINER ASKAP J1745-5051
- Bintang Katai Putih
- Ukuran seukuran Bumi
- Bobot seberat Matahari
- Menghisap gas pasangannya
- Bintang Katai Merah
- Massa hanya 1/10 Matahari
- Suhu dingin, bertindak sebagai inang
- Gas tubuhnya dirampas gravitasi
Survei ini dijalankan menggunakan teleskop radio ASKAP milik CSIRO di Australia, sebuah perangkat canggih yang memang dirancang khusus untuk menangkap keanehan kosmik yang luput dari teleskop lain. Saat para astronom mengarahkan lensa lebih dekat, mereka menyadari bahwa objek tersebut bukanlah satu bintang tunggal, melainkan sistem dua bintang yang kini dikatalogkan sebagai ASKAP J1745-5051 .
Kombinasi cahaya dari pasangan ini menandakan bahwa mereka adalah *cataclysmic variable*—sebuah kondisi di mana sebuah bintang mati (katai putih) secara agresif menelanjangi dan menghisap gas dari bintang tetangganya yang masih hidup (katai merah). Ukuran bintang katai putih ini hanya seukuran planet Bumi, namun beratnya hampir menyamai matahari kita, membuatnya memiliki gaya gravitasi yang sangat brutal.
Mekanisme Kanibalisme Bintang yang Menghasilkan Sinar-X dan Gelombang Radio
Kedua bintang ini berada pada jarak yang sangat dekat, sehingga mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 1,4 jam saja untuk menyelesaikan satu putaran orbit penuh. Para astronom mengukur durasi orbit ini dengan mengamati pergeseran garis-garis pada spektrum cahaya bintang yang bergerak maju-mundur saat mereka berayun mendekati dan menjauhi Bumi. Ketukan ritme pergeseran cahaya ini terbukti sangat cocok dengan detak misteri sinyal radio misterius yang mereka terima.
Gaya gravitasi ekstrem bertindak sebagai mesin penggerak utama. Gas yang robek dari tubuh bintang katai merah akan berputar membentuk spiral menuju pasangan beratnya dan menghantam permukaan bintang katai putih dengan kecepatan tinggi. Proses yang disebut akresi ini memanaskan gas hingga suhunya melonjak drastis dan memancarkan kilauan energi dalam bentuk Sinar-X.
Menariknya, semburan gelombang radio justru tercipta dari area lain, kemungkinan besar di titik di mana medan magnet kuat dari kedua bintang tersebut saling bertabrakan dan menjebak gas bermuatan di antara mereka. Pancaran radio ini memiliki pola unik berupa garis-garis visual yang mirip dengan kilauan radio yang dipancarkan oleh planet Jupiter dan bulannya, Io. Pola garis ini muncul karena balok gelombang radio harus bersinar menembus awan gas bermuatan yang dimuntahkan oleh bintang katai merah saat ia “diumpan” ke katai putih.
Mengapa Penemuan Ini Mengubah Buku Teks Astronomi Selamanya?
Laporan riset yang dirilis resmi pada tahun 2026 ini berhasil mematahkan asumsi lama bahwa pulsar (bintang neutron padat yang berputar cepat) adalah satu-satunya dalang di balik semua sinyal radio berulang di luar angkasa. Melalui bukti nyata dari sistem ASKAP J1745-5051, para ilmuwan kini memiliki model fisik konkret yang membuktikan bahwa bintang katai putih yang aktif menyedot materi pasangannya juga bisa menghasilkan denyut radio berperiode panjang.
“Sekarang, kita telah mampu menunjukkan secara langsung bahwa sumber dari salah satu sinyal transien berperiode panjang ini berasal dari bintang katai putih yang secara aktif menarik material dari bintang pendampingnya,” ujar Kovi Rose dengan optimis.
Dengan terpecahkannya satu kasus besar ini, para astronom sekarang dapat menggunakan sistem ini sebagai fondasi ilmiah untuk memilah, menguji, dan mengategorikan belasan misteri sinyal radio misterius lainnya yang masih belum terpecahkan di luar sana. Penemuan ini tidak hanya memecahkan misteri satu pasang bintang, tetapi juga membuka jendela baru untuk mengintip hukum fisika ekstrem yang tidak akan pernah bisa direkayasa di dalam laboratorium mana pun di Bumi.






