Tarshadigital – (PASADENA) — Jagat dunia antariksa kembali diguncang oleh temuan kalkulasi sains yang sangat mencengangkan. Para peneliti baru-baru ini berhasil merilis estimasi riil mengenai potensi ekonomi kekayaan ruang angkasa, di mana nilai investasi asteroid Psyche (atau dikenal sebagai 16 Psyche) ditaksir mencapai angka fantastis sekitar 27 kuintiliun dolar AS. Angka yang nyaris mustahil dibayangkan ini lahir setelah bertahun-tahun lamanya asteroid tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan ilmuwan akibat sinyal komposisinya yang misterius.
Kini, berkat bantuan teleskop tercanggih di bumi dan misi eksplorasi yang sedang berjalan, tabir misteri batu ruang angkasa yang terletak di sabuk utama antara planet Mars dan Jupiter ini mulai terkelupas, menjanjikan revolusi besar bagi masa depan ilmu pengetahuan dan ekonomi antariksa.
Apa Sebenarnya Asteroid 16 Psyche dan Mengapa Nilainya Begitu Menggiurkan?
Batu antariksa raksasa ini memiliki diameter sekitar 124 mil (200 kilometer) dan berbagi ruang dengan jutaan batu angkasa lainnya. Sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1852, objek ini dikategorikan sebagai asteroid tipe M terbesar, sebuah kelas asteroid yang didominasi oleh kandungan logam pekat.
Kalkulasi kasar mengenai nilai investasi asteroid Psyche didasarkan pada total massanya yang masif, yaitu berkisar 2,4 × $10^{16}$ ton metrik. Jika diasumsikan dua pertiga komponennya menyerupai meteorit besi di bumi yang terdiri dari 91% besi, 9% nikel, dan 0,6% kobalt, maka perkalian dengan harga pasar saat ini menghasilkan angka-angka yang membuat geleng-geleng kepala:
- Kandungan Besi: Mencapai 1,44 × $10^{16}$ ton. Dengan estimasi harga $100 per ton, nilainya berkisar 1,5 kuintiliun dolar.
- Kandungan Nikel: Mencapai 1,36 × $10^{15}$ ton. Dengan harga pasar sekitar $15.000 per ton, nilainya menyentuh angka 20 kuintiliun dolar.
- Kandungan Kobalt: Mencapai 1,0 × $10^{14}$ ton. Dengan harga $48.000 per ton, nilainya berada di angka 4,8 kuintiliun dolar.
Jika seluruh angka tersebut digabungkan, total nilai komoditas mentahnya menyentuh angka 27 kuintiliun dolar AS. Meski angka ini merupakan simulasi matematika di atas kertas—karena membawa logam sebanyak itu ke bumi secara instan justru akan menghancurkan harga pasar global—potensi ini tetap menjadi magnet luar biasa bagi masa depan pertambangan antariksa (*space mining*).
Bagaimana Ilmuwan Menguak Kebenaran di Balik Sinyal Misterius Psyche?
Peta Termal ALMA Memvalidasi Nilai Investasi Asteroid Psyche
Untuk menguji apakah asteroid ini benar-benar bongkahan logam padat atau sekadar tumpukan batu biasa, tim peneliti internasional mengarahkan susunan teleskop radio ALMA (*Atacama Large Millimeter/submillimeter Array*) yang memiliki 66 piringan antena di Cile. Mereka melacak radiasi termal pada panjang gelombang milimeter untuk melihat bagaimana permukaan objek ini menghangat di bawah sinar matahari dan mendingin saat malam hari.
Langkah maju ini berhasil menghasilkan peta suhu detail setingkat 50 piksel. Data menunjukkan bahwa pergeseran suhu siang dan malam di asteroid ini berjalan sangat lambat. Hal ini membuktikan bahwa lapisan atas Psyche memiliki inersia termal sedang hingga tinggi, menandakan permukaan yang padat dan kompak, bukan sekadar tumpukan debu ruang angkasa yang rapuh.
[Analisis Emisivitas Permukaan Psyche]
Sinyal Emisivitas Termal Terukur ──> Hanya 60% dari Standar Batuan Biasa ──> Konfirmasi Mutlak: Logam Menyusun Minimal 30% Permukaan Asteroid
Teka-teki sempat muncul ketika emisi polarisasi termal Psyche terdeteksi mendekati angka nol, padahal logam murni biasanya menghasilkan polarisasi yang sangat kuat. Namun, peneliti seperti Katherine de Kleer dan Saverio Cambioni dari Caltech berhasil meluruskan kekeliruan asumsi masa lalu ini. Butiran logam kecil yang tersebar secara acak di dalam struktur batuan terbukti dapat mengacak orientasi cahaya termal sebelum terlepas ke luar angkasa. Dengan demikian, emisi polarisasi yang lemah bukan berarti miskin logam, melainkan tanda nyata adanya percampuran material hibrida yang kaya.
Siapa yang Membuktikan Fakta Ini Langsung di Antariksa dan Di Mana Misi Berlangsung?
Guna memisahkan fakta dari fiksi ilmiah, badan antariksa AS (NASA) telah meluncurkan wahana antariksa khusus bernama *Psyche Mission* pada Oktober 2023 lalu. Robot penjelajah ini dirakit oleh para insinyur dengan sistem penggerak listrik tenaga surya (*solar electric propulsion*) agar dapat meluncur efisien menerobos rute jauh ruang angkasa menuju sabuk asteroid utama.
Wahana ini dijadwalkan tiba di lokasi orbit target pada tahun 2029 dan akan menghabiskan waktu selama 21 bulan untuk memetakan kandungan internal asteroid. Instrumen mutakhir yang dibawa meliputi pencitra multispektoral untuk pemetaan geologi, spektrometer sinar gamma dan neutron untuk mengukur distribusi elemen permukaan, magnetometer untuk mendeteksi sisa medan magnet purba, serta sistem radio pita X (*X-band*) guna mengukur medan gravitasi dan struktur interiornya secara presisi.
Kapan Hasil Riset Ini Bisa Mengubah Pemahaman Manusia Mengenai Bumi?
Garis waktu pemrosesan data komersial dan ilmiah dari misi ini akan mencapai puncaknya pada periode orbit tahun 2029 hingga 2031. Nilai penting dari penelitian ini melampaui urusan angka dolar. Manusia tidak pernah bisa mengebor dan menyentuh inti bumi secara langsung karena tekanan dan suhu ekstrem yang mematikan. Padahal, karakteristik inti bumi mengendalikan banyak hal vital, mulai dari pergerakan medan magnet pelindung bumi hingga aktivitas vulkanisme.
Melalui eksplorasi langsung ke laboratorium alam ini, ilmuwan dapat menguji model pembentukan planet berbatu seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars saat tata surya kita pertama kali terbentuk miliaran tahun lalu. Ketika seluruh rangkaian data instrumen berhasil dikirim kembali ke bumi, peradaban manusia akan memiliki pemahaman yang jauh lebih kokoh dalam memanfaatkan sumber daya luar bumi demi keberlanjutan masa depan.









