Tarshadigital.com – Memasuki medio Februari 2026, teknologi luar angkasa kembali memberikan kejutan visual yang menakjubkan. Menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para astronom berhasil menangkap gambar detail dari sebuah ubur-ubur kosmik. Galaksi unik yang diberi kode ESO 137-001 ini terlihat sebagaimana wujudnya 8,5 miliar tahun yang lalu, atau sekitar 5,3 miliar tahun setelah peristiwa Big Bang.
Temuan yang dipublikasikan pada pekan ini diyakini memberikan gambaran yang lebih detail mengenai evolusi galaksi pada periode krusial masa remaja alam semesta. ESO 137-001 diklasifikasikan sebagai galaksi ubur-ubur karena memiliki ekor gas panjang yang menjuntai, menyerupai tentakel hewan laut.
Fenomena Ram-Stripping
Struktur unik ini tercipta saat galaksi tersebut berenang melalui gugus galaksi melawan aliran angin kencang yang memberikan tekanan besar. Proses yang dikenal sebagai ram-stripping ini mendorong gas keluar dari badan galaksi dan membentuk ekor yang memukau. Citra terbaru JWST menunjukkan betapa dinamisnya lingkungan galaksi tersebut di masa lampau.
Tim peneliti menemukan ESO 137-001 saat memeriksa data dari area langit yang disebut Cosmic Evolution Survey Deep field atau bidang COSMOS. Kawasan ini menjadi lokasi favorit para astronom di tahun 2026 karena lokasinya yang jauh dari bidang Bima Sakti dan bersih dari objek terang yang dapat menghalangi pandangan ke galaksi-galaksi kuno yang jauh.
Kami sedang meneliti sejumlah besar data dari wilayah langit yang dipelajari dengan baik ini dengan harapan dapat menemukan galaksi ubur-ubur yang belum pernah dipelajari sebelumnya, ujar Ian Roberts dari Waterloo Centre for Astrophysics, Inggris, dalam sebuah pernyataan resmi.
Misteri Kelompok Bintang Muda
Gambar dari JWST menunjukkan cakram galaksi yang terlihat relatif normal, mirip dengan galaksi modern kita. Namun, terdapat perbedaan mencolok pada ekor gasnya. Di dalam tendril tersebut, terlihat simpul biru terang yang merupakan kelompok bintang muda.
Kehadiran bintang-bintang muda ini menyiratkan bahwa mereka lahir di luar cakram utama galaksi, tepat di dalam ekor gas yang terlepas akibat tekanan ekstrim. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembentukan bintang tetap bisa terjadi meskipun gas terlucuti dari induk galaksinya.
Kejutan di Alam Semesta Purba
Penemuan ESO 137-001 memberikan kejutan bagi para peneliti. Sebelumnya, para ahli mengira bahwa gugus galaksi yang masih dalam tahap pembentukan 8,5 miliar tahun lalu belum memiliki tekanan yang cukup kuat untuk menghasilkan proses ram-stripping secara masif.
Hal pertama adalah lingkungan gugus galaksi ternyata sudah cukup keras untuk melucuti gas galaksi, dan yang kedua adalah gugus galaksi mungkin telah mengubah sifat galaksi lebih awal dari yang diperkirakan, jelas Roberts. Data ini memberikan wawasan langka tentang bagaimana galaksi bertransformasi di alam semesta awal.
Penelitian yang diterbitkan di The Astrophysical Journal pada Selasa, 17 Februari 2026, ini akan terus dilanjutkan. Tim berencana menggunakan JWST untuk memecahkan lebih banyak misteri mengenai bagaimana populasi galaksi mati yang kita lihat di gugus galaksi saat ini terbentuk sejak masa lampau.











