Tarshadigital.com (HOUSTON) – NASA dan Axiom Space secara resmi telah menandatangani kesepakatan untuk misi astronot swasta kelima ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Misi yang diberi nama Axiom Mission 5 (Ax-5) ini ditargetkan meluncur paling lambat pada Januari 2027 dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat.
Langkah ini menandai babak baru dalam komersialisasi orbit rendah Bumi (LEO), di mana NASA kini bertindak sebagai fasilitator bagi entitas swasta untuk melakukan penelitian dan pengembangan teknologi di luar angkasa. Penandatanganan kontrak yang dilakukan pada akhir Januari 2026 ini mempertegas dominasi Axiom Space dalam industri penerbangan luar angkasa berawak komersial.
Detail Misi Ax-5
Misi Ax-5 dijadwalkan membawa empat astronot swasta untuk tinggal dan bekerja di ISS selama maksimal 14 hari. Selama periode tersebut, kru akan menjalankan serangkaian eksperimen ilmiah dan program edukasi yang telah disetujui. NASA akan menyediakan layanan logistik, pasokan kargo, dan dukungan operasional di orbit, sementara Axiom Space bertanggung jawab penuh atas pelatihan kru dan pengadaan kendaraan peluncur.
Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan bahwa keberhasilan penandatanganan misi kelima ini membuktikan bahwa ruang angkasa komersial bukan lagi sekadar janji masa depan, melainkan realitas saat ini. Menurutnya, perluasan akses ke orbit rendah Bumi akan membangun kemampuan yang dibutuhkan NASA untuk misi jangka panjang ke Bulan melalui program Artemis, serta persiapan menuju Mars.
Transisi Menuju Stasiun Luar Angkasa Swasta
Selain melakukan penelitian, misi Ax-5 dipandang sebagai uji coba krusial bagi pengembangan Axiom Station. Stasiun luar angkasa swasta ini direncanakan akan menggantikan peran ISS yang dijadwalkan pensiun pada tahun 2030. Dengan terus menerbangkan misi berawak, Axiom Space dapat menyempurnakan prosedur operasional dan teknologi modul hunian yang nantinya akan dipasang pada ISS sebelum akhirnya memisahkan diri menjadi stasiun mandiri.
Di sisi lain, tahun 2027 diprediksi akan menjadi tahun yang sangat sibuk bagi eksplorasi luar angkasa. Selain misi Ax-5, NASA juga tengah bersiap untuk misi Artemis 3 yang bertujuan mendaratkan kembali manusia di permukaan Bulan. Kerja sama dengan Axiom Space juga mencakup pengembangan baju luar angkasa generasi terbaru yang akan digunakan astronot dalam penjelajahan lunar tersebut.
Dampak Ekonomi dan Inovasi
Manajer Program ISS di Johnson Space Center, Dana Weigel, menekankan bahwa misi astronot swasta memungkinkan stasiun luar angkasa menjadi tempat pembuktian bagi pasar dan teknologi baru. Hal ini memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi luar angkasa global yang diprediksi akan terus meningkat pesat sepanjang tahun 2026 dan 2027.
Axiom Space kini tengah dalam proses menyeleksi kandidat kru untuk misi Ax-5. Setelah mendapatkan persetujuan dari NASA dan mitra internasional lainnya, para astronot akan menjalani pelatihan intensif bersama tim peluncur dan personel stasiun untuk memastikan keselamatan dan keberhasilan misi ambisius ini.













