Tarshadigital.com – Layanan streaming, komputasi awan, dan kecerdasan buatan (AI) tengah mendorong ekspansi masif pusat data secara global pada tahun 2026 ini. Namun, pertumbuhan digital yang pesat ini membawa tantangan besar berupa lonjakan permintaan energi dan potensi polusi udara yang meningkat tajam.
Berdasarkan data terbaru dari International Energy Agency (IEA), konsumsi listrik pusat data global diproyeksikan mendekati 1.050 terawatt-hours (TWh) pada tahun 2026. Angka ini menempatkan sektor pusat data sebagai konsumen listrik terbesar kelima di dunia, sejajar dengan konsumsi energi negara-negara industri besar seperti Jepang.
Meskipun demikian, penelitian terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan digital tidak harus dibayar dengan kerusakan lingkungan. Mengalihkan pasokan listrik pusat data ke energi bersih dapat menekan penggunaan energi total sekaligus mengurangi polusi udara, bahkan saat ekonomi terus berekspansi.
Transformasi Hijau Infrastruktur Digital
Riset yang dipimpin oleh Profesor Songtao Huo dari Henan University of Urban Construction membandingkan tiga jalur ekonomi hingga tahun 2030. Hasilnya, hanya opsi digital hijau yang secara konsisten mampu menurunkan permintaan energi dan membersihkan udara, sembari mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.
Di Indonesia, pemerintah merespons tren ini dengan menjadikan sektor pusat data dan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai prioritas investasi utama tahun 2026. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa minat investor global untuk membangun pusat data di Indonesia, khususnya di hub strategis seperti Batam, meningkat signifikan karena ketersediaan potensi energi hijau.
Efisiensi Mendorong Penghematan Energi
Dalam skenario hijau, penggunaan energi total diproyeksikan turun drastis. Pada jalur ini, layanan digital yang lebih cepat membantu pabrik beroperasi lebih efisien melalui manajemen inventaris yang ketat dan rute logistik yang dioptimalkan. Banyak perusahaan mulai beralih dari mesin berbakar bahan bakar fosil ke sistem elektrik.
Hingga tahun 2030, permintaan energi secara keseluruhan diprediksi akan 19,4 persen lebih rendah dibandingkan jalur bisnis konvensional. Penghematan ini bergantung pada keseriusan industri dalam meningkatkan peralatan lama dan kesiapan utilitas listrik dalam memperluas jaringan energi terbarukan.
Dampak Kesehatan dan Nilai Ekonomi
Langkah menuju jalur pertumbuhan bersih diperkirakan mampu menurunkan rata-rata polusi udara hingga 11,5 persen pada tahun 2030. Penurunan ini sangat krusial karena mengurangi paparan PM2.5, partikel halus yang dapat masuk ke aliran darah dan memicu penyakit jantung serta paru-paru.
Model penelitian tersebut juga menghitung nilai ekonomi dari kesehatan masyarakat. Udara yang lebih bersih berarti lebih sedikit kematian prematur dan penurunan belanja medis. Ekonomi digital adalah mesin baru ekspansi global, namun nilai sejatinya terletak pada potensinya untuk menyelaraskan kekayaan dengan kesejahteraan, ujar Profesor Huo.
Tantangan Transisi Tenaga Kerja dan Jaringan
Meskipun menguntungkan secara lingkungan, transisi digital hijau tidak bebas dari risiko sosial. Restrukturisasi industri berat dan otomatisasi diprediksi akan berdampak pada hilangnya sekitar 502.000 pekerjaan secara global pada tahun 2030. Hal ini memerlukan program pelatihan ulang (retraining) yang kuat agar pekerja tidak tertinggal.
Di sisi infrastruktur, pusat data yang beroperasi 24 jam tanpa henti memberikan beban besar pada jaringan listrik lokal. Di Indonesia, Kementerian ESDM menargetkan peningkatan bauran EBT sebesar 2 persen pada tahun 2026 ini untuk mencapai total 17,75 persen, guna memastikan pasokan listrik bagi pusat data tetap stabil dan ramah lingkungan.
Masa Depan Pusat Data Bersih
Keberhasilan transisi ini pada akhirnya ditentukan oleh kebijakan, bukan sekadar teknologi. Regulasi yang mewajibkan pusat data baru menggunakan kontrak energi bersih dan memenuhi standar efisiensi ketat menjadi sangat krusial. Subsidi yang tepat sasaran untuk peralatan ramah lingkungan terbukti lebih efektif dibandingkan pemotongan pajak secara luas.
Pilihan yang diambil hari ini akan menentukan apakah ekspansi digital akan membawa udara yang lebih sehat atau justru menjadi beban baru bagi planet ini. Dengan perencanaan pasokan energi yang matang dan peningkatan kapasitas jaringan, keuntungan ekonomi dari ledakan AI pada 2026 dapat berjalan selaras dengan target keberlanjutan global.











