Tarshadigital.com – KOPENHAGEN — Sebuah misteri ruang angkasa yang sangat mencekam baru saja terungkap ke permukaan. Para astronom dunia meyakini bahwa mereka telah menemukan bukti kuat mengenai fenomena bintang memakan planet miliknya sendiri di sebuah sistem tata surya kembar (*binary star system*) yang jauh. Jika temuan ini terbukti sepenuhnya benar, peristiwa kanibalisme kosmik tersebut dipastikan melanggar aturan umum yang selama ini diterima secara global oleh para ilmuwan mengenai proses pembentukan dan evolusi sistem bintang ganda di alam semesta.
Sistem bintang yang menjadi panggung kengerian ini bernama HD 81809, yang terletak di rasi bintang Hydra dan berjarak sekitar 90 hingga 101 tahun cahaya dari planet Bumi. Sistem ini dihuni oleh dua matahari kembar. Bintang utama yang berukuran besar, HD 81809A, saat ini sedang berada di masa senjanya karena telah kehabisan bahan bakar hidrogen. Sementara kembarannya yang lebih kecil, HD 81809B, masih berada dalam fase deret utama (*main-sequence*), namun memiliki komposisi kimiawi yang sangat aneh dan jauh berbeda dari kembaran tuanya.
Keanehan Komposisi Kimiawi yang Melanggar Hukum Alam Semesta
Dalam kondisi normal, sepasang bintang kembar seharusnya lahir bersama-sama dari awan gas dan debu kosmik yang sama. Oleh karena itu, menurut hukum astronomi, mereka idealnya memiliki waktu lahir yang sama dan membawa materi penyusun yang identik. Namun, berdasarkan hasil studi mendalam yang dilakukan oleh para peneliti dari *Technical University of Denmark*, bintang HD 81809B memiliki kandungan lithium yang sangat melimpah, serta kadar zat besi yang jauh berbeda dari kembarannya. Perbedaan kandungan besi di antara kedua bintang kembar ini mencapai angka yang sangat tidak wajar, yaitu sebesar 3,7 kali lipat.
PERBANDINGAN STRUKTUR SISTEM HD 81809 :
- Bintang Utama (HD 81809A)
- Berada di fase usia senja
- Kehabisan bahan bakar hidrogen
- Komposisi kimia normal
- Bintang Pendamping (HD 81809B)
- Masih aktif di deret utama
- Kaya zat besi & lithium (Abnormal)
- Diduga menelan 25-75 planet batuan
Meskipun sedikit variasi kimiawi adalah hal yang wajar dalam astronomi, tim peneliti menegaskan bahwa jurang perbedaan pada sistem ganda ini terlalu besar untuk diabaikan begitu saja. Satu-satunya penjelasan paling logis di balik misteri ini adalah bahwa bintang yang kaya akan kandungan logam tersebut pasti telah menelan bulat-bulat planet atau material planet di sekitarnya di masa lalu.
Objek yang dilahap diduga kuat merupakan planet-planet berbatu yang kaya akan zat besi, silikon, dan magnesium—kembaran dari karakter geologis planet Bumi kita. Ketika sebuah bintang melahap planet-planet tersebut, lapisan terluar bintang akan mengalami pengayaan kimiawi secara drastis, dan jejak “makanan” inilah yang akhirnya terpancar serta berhasil dideteksi oleh teleskop para ilmuwan dari Bumi.
Jejak Kanibalisme Kosmik: Berapa Banyak Dunia yang Sudah Lenyap?
Menatap Misteri Sisa Piringan Debu Akibat Fenomena Bintang Memakan Planet
Hipotesis mengerikan mengenai fenomena bintang memakan planet ini juga diperkuat oleh bukti fisik lain di sekitar bintang tersebut, yaitu adanya piringan puing-puing (*debris disk*) yang mengitari HD 81809B. Tim peneliti menjelaskan kronologinya: planet-planet tersebut awalnya mengalami ketidakstabilan orbit, membuat jalurnya berputar semakin menyempit ke arah dalam menuju sang induk, hingga akhirnya ditarik oleh gravitasi ekstrem dan meleleh masuk ke dalam atmosfer bintang.
KRONOLOGI KANIBALISME KOSMIK HD 81809B
-
- Tahap 1: Orbit planet berbatu di sekitar bintang menjadi tidak stabil.
- Tahap 2: Planet bergerak menyimpang dan berputar spiral ke arah dalam.
- Tahap 3: Gravitasi bintang menarik dan melahap planet secara masif.
- Tahap 4: Kandungan lithium dan besi meroket di permukaan bintang.
Namun, tingginya kadar lithium di permukaan bintang justru memicu perdebatan baru yang membingungkan. Elemen lithium biasanya tidak dapat bertahan lama di dalam suhu panas interior bintang dan akan hancur dengan cepat. Keberadaan lithium yang melimpah saat ini menandakan bahwa peristiwa pelahapan tersebut baru saja terjadi.
Anehnya, simulasi komputer menunjukkan bahwa untuk mengubah komposisi logam bintang hingga sekasar itu, HD 81809B setidaknya harus melahap antara 25 hingga 75 planet berbatu seukuran Bumi! Jika ia benar-benar memakan planet sebanyak itu, seharusnya kadar lithium yang terdeteksi di permukaannya jauh lebih tinggi daripada data yang tertangkap saat ini.
Kapan Teka-Teki Komposisi Planet yang Aneh Ini Bisa Terjawab?
Ketimpangan data antara jumlah materi yang ditelan dengan kadar lithium yang tersisa menuntut adanya penelitian lanjutan yang jauh lebih presisi di masa depan. Dalam jurnal ilmiah yang dipublikasikan baru-baru ini, tim peneliti mengakui adanya ketegangan data tersebut. Mereka menduga bahwa peristiwa penyerapan ini memang terjadi baru-baru ini, namun melibatkan planet-planet dengan komposisi kimia yang sangat unik dan “tidak biasa”, atau mungkin hanya jenis material planet tertentu saja yang berhasil diserap oleh bintang tersebut sedangkan sisanya hancur menjadi debu angkasa.
Meskipun umat manusia mungkin tidak akan pernah tahu secara pasti jenis planet apa saja yang telah punah di dalam perut bintang tersebut, anomali yang terjadi pada HD 81809B membuktikan bahwa alam semesta menyimpan sisi buas yang tak terduga. Penemuan ini membuka lembaran baru bagi para astronom untuk merevisi kembali teori pembentukan sistem bintang dan planet yang selama ini dianggap sudah final.








