Tarshadigital.com (GOTLAND) – Sebuah misteri besar dari situs pemakaman Zaman Batu yang berusia 5.500 tahun di Swedia akhirnya terpecahkan melalui analisis DNA kuno terbaru yang dirilis pada Februari 2026. Hasil penelitian ini mengubah pandangan ilmuwan mengenai struktur sosial masyarakat purba, yang ternyata jauh lebih kompleks dan menghargai hubungan keluarga luas dibandingkan asumsi sebelumnya.
Penelitian yang dipimpin oleh tim ahli dari Universitas Uppsala ini memfokuskan analisis pada situs Ajvide di Pulau Gotland. Selama bertahun-tahun, para arkeolog berasumsi bahwa individu yang dikuburkan bersama dalam satu liang lahat adalah keluarga inti, seperti orang tua dan anak-anak mereka. Namun, bukti genetik berbicara lain.
Ikatan Keluarga yang Mengejutkan
Salah satu temuan paling mencolok melibatkan makam seorang wanita muda berusia sekitar 20 tahun yang dikuburkan bersama dua anak kecil. Selama dekade terakhir, banyak yang meyakini wanita tersebut adalah ibu dari kedua anak itu. Hasil tes DNA menunjukkan bahwa kedua anak tersebut memang saudara kandung, namun wanita di samping mereka bukanlah ibu biologis mereka. Peneliti menduga wanita itu adalah bibi atau saudara tiri dari pihak ayah.
Di liang lahat lain, ditemukan dua anak yang dikuburkan bersama. Alih-alih saudara kandung, mereka ternyata adalah sepupu atau kerabat derajat ketiga. Penemuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Ajvide memiliki pemahaman yang sangat baik tentang garis keturunan mereka dan memberikan peran penting bagi keluarga besar dalam ritual penghormatan terakhir.
Mengenal Masyarakat Ajvide
Situs Ajvide merupakan salah satu lokasi arkeologi paling signifikan di Skandinavia. Sekitar 5.500 tahun lalu, masyarakat di sana hidup sebagai pemburu-pengumpul yang sangat bergantung pada perburuan anjing laut dan memancing. Hal yang unik, mereka tetap mempertahankan gaya hidup ini meskipun praktik pertanian sudah mulai mendominasi wilayah Eropa lainnya pada periode tersebut.
Secara genetik, masyarakat Ajvide tetap berbeda dari populasi petani di wilayah sekitarnya. Pemakaman di situs ini mencakup 85 makam yang diketahui, dengan delapan di antaranya berisi lebih dari satu individu. Melalui analisis mendalam terhadap empat makam bersama, para ahli arkeogenetik berhasil memetakan silsilah yang rumit.
Sains di Balik Penemuan
Penentuan jenis kelamin dan tingkat kekerabatan dilakukan dengan mengekstraksi DNA dari sisa-sisa gigi dan tulang. Mengingat kerangka anak-anak sulit diidentifikasi jenis kelaminnya hanya dari bentuk fisik, para ilmuwan mengandalkan pemeriksaan kromosom untuk memastikan identitas biologis mereka.
Bagi para peneliti, studi ini memberikan wawasan langka tentang organisasi sosial Zaman Batu. Karena pemakaman pemburu-pengumpul yang terawat dengan baik sangat jarang ditemukan, Ajvide menjadi laboratorium penting untuk memahami bagaimana manusia prasejarah membangun ikatan komunitas dan keluarga.
Langkah Penelitian Selanjutnya
Proyek ini merupakan studi rintisan pertama yang mengeksplorasi hubungan keluarga di kalangan pemburu-pengumpul Neolitikum Skandinavia menggunakan metode arkeogenetik. Ke depan, tim peneliti berencana memperluas cakupan studi dengan menganalisis lebih dari 70 individu tambahan dari situs yang sama guna menggali lebih dalam tentang struktur sosial, sejarah hidup, dan adat istiadat mereka.
Temuan ini menegaskan bahwa nilai kekeluargaan dan penghormatan terhadap kerabat luas telah menjadi bagian mendasar dari peradaban manusia sejak ribuan tahun silam, jauh sebelum era modern dimulai.








