Tarshadigital.com – (EDINBURGH) Selama lebih dari 165 tahun, komunitas sains global dibuat bingung oleh sebuah fosil aneh bernama Prototaxites. Organisme purba yang hidup sekitar 400 juta tahun lalu pada periode Silur akhir ini memiliki tinggi mencapai 26 kaki (sekitar 8 meter) dan menyerupai pohon menjulang tanpa daun.
Muncul di antara pakis purba dan tanaman ekor kuda, Prototaxites tidak memiliki cabang dan sama sekali tidak menyerupai pohon modern. Awalnya, pada tahun 1859, geolog Kanada John William Dawson mengira fosil ini adalah batang pohon konifer yang membusuk. Namun, identitas aslinya tetap menjadi perdebatan sengit hingga memasuki tahun 2026 ini.
Penelitian terbaru yang dipimpin oleh tim dari University of Edinburgh akhirnya memberikan titik terang, sekaligus pengakuan mengejutkan: Prototaxites bukanlah jamur, tumbuhan, alga, apalagi hewan. Ia adalah eksperimen evolusi yang gagal dan kini telah punah sepenuhnya dari silsilah kehidupan bumi.
Runtuhnya Teori Jamur Raksasa
Selama beberapa dekade, teori bahwa Prototaxites adalah jamur terestrial raksasa mendapatkan dukungan kuat. Pada tahun 2001 dan diperkuat lagi pada 2017, para peneliti mengidentifikasi struktur tubular dan apa yang dianggap sebagai tubuh buah yang mirip dengan kelompok Ascomycota (jamur modern).
Namun, para peneliti di Edinburgh melakukan peninjauan ulang terhadap spesies Prototaxites taiti yang ditemukan di Rhynie Chert, Skotlandia. Menggunakan teknologi pencitraan 3D dan mikroskopi laser pemindaian konfokal, mereka menemukan kejanggalan pada struktur internal fosil tersebut.
Ditemukan tiga tipe tabung yang menyusun tubuh organisme ini. Tipe ketiga memiliki pengentalan seperti cincin (annular) yang tidak ditemukan pada kelompok jamur mana pun yang dikenal manusia. Selain itu, bintik meduler di dalam fosil menunjukkan pola percabangan yang kacau dan tidak mengikuti hierarki sistem pertumbuhan jamur modern.
Analisis Molekuler dan Kecerdasan Buatan
Langkah paling menentukan dalam penelitian tahun 2026 ini adalah penggunaan spektroskopi FTIR dan model pembelajaran mesin (Machine Learning). Ilmuwan membandingkan jejak molekuler Prototaxites dengan jamur, tumbuhan, hewan, dan bakteri yang terawetkan dalam deposit yang sama.
Hasilnya sangat mengejutkan. Prototaxites sama sekali tidak memiliki jejak kitin atau kitosan, senyawa esensial yang membentuk dinding sel jamur. Fosil ini justru mengandung senyawa aromatik dan fenolik yang menyerupai lignin, namun secara kimiawi berbeda dengan lignin pada tumbuhan darat.
Model AI yang dilatih untuk membedakan organisme berdasarkan sidik jari molekuler mengonfirmasi dengan akurasi di atas 90 persen bahwa Prototaxites adalah kelompok eukariota yang sebelumnya tidak pernah dideskripsikan dan kini telah punah total.
Warisan Evolusi yang Hilang
Dengan tidak adanya keturunan modern atau kerabat yang masih hidup, Prototaxites berdiri sendiri sebagai bukti keragaman hayati purba yang luar biasa. Ia kemungkinan besar menyerap nutrisi dari materi organik yang membusuk, mirip dengan cara kerja saprotrof, namun dengan struktur biologis yang unik.
Penelitian ini menegaskan bahwa dunia kuno dihuni oleh bentuk-bentuk kehidupan yang tidak memiliki analogi di masa sekarang. Prototaxites adalah salah satu eksperimen evolusi paling berani di Bumi, sekaligus menjadi salah satu misteri terbesar yang akhirnya mendapatkan label identitas baru sebagai “Kelompok Eukariota Tak Dikenal”.
Sumber: Laporan Penelitian University of Edinburgh 2026













