Saturday, April 18, 2026
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tarshadigital
Home Sejarah & Purbakala

Ilmuwan Temukan Fosil Muntah Tertua di Dunia Berusia 290 Juta Tahun

Penemuan luar biasa fosil muntah atau regurgitalite di Jerman mengungkap struktur rantai makanan purba dari masa 290 juta tahun lalu sebelum era dinosaurus.

in Sejarah & Purbakala
Fosil Muntah Tertua

Ilmuwan Temukan di Dunia Berusia 290 Juta Tahun

Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi gumpalan fosil muntah tertua di dunia yang berasal dari hewan darat. Temuan yang diperkirakan berusia sekitar 290 juta tahun ini memberikan gambaran langka mengenai perilaku makan predator purba jauh sebelum era dinosaurus dimulai.

Gumpalan fosil yang ditemukan di batu pasir Bromacker, Jerman bagian tengah ini, hanya seukuran buah kenari. Namun, di dalamnya terdapat 41 fragmen tulang yang masih utuh, membekukan momen satu kali makan dari masa lalu yang sangat jauh. Penemuan ini memungkinkan para peneliti untuk menyusun ulang jaringan makanan darat awal dengan tingkat akurasi yang belum pernah ada sebelumnya.

Arnaud Rebillard, seorang paleontolog dari Museum fur Naturkunde Berlin (MfN), memimpin studi mendalam ini. Melalui pemetaan tulang-tulang yang ada, tim peneliti menyimpulkan bahwa gumpalan tersebut merupakan isi perut yang dimuntahkan kembali (regurgitalite), bukan kotoran fosil atau sisa bangkai yang membusuk.

BacaJuga

Rahasia Diet Bangsa Sumeria Kuno Terungkap Melalui Enamel Gigi

Penemuan Fosil Kukang Raksasa Argentina Berusia 400 Ribu Tahun

Proses Terbentuknya Fosil Muntah

Secara ilmiah, fosil muntah disebut sebagai regurgitalite. Ini adalah sisa makanan yang dikeluarkan melalui mulut sebelum proses pencernaan selesai. Selama proses pemuntahan, lendir yang lengket dan cairan pencernaan mengikat tulang-tulang tajam menjadi massa yang padat.

Agar bisa menjadi fosil, paket tersebut harus terkubur dengan cepat untuk menghindari sinar matahari, hewan pemakan bangkai, atau aliran air yang bisa mencerai-beraikannya. Di darat, peluang terjadinya proses ini sangat kecil, sehingga setiap regurgitalite yang ditemukan menjadi data yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan.

Identifikasi Melalui Pemindaian Digital

Untuk menjaga keutuhan spesimen yang rapuh, tim peneliti menggunakan teknologi micro-CT scanning. Sinar-X resolusi tinggi memungkinkan ilmuwan melihat bagian dalam batu tanpa harus memecahkannya. Perangkat lunak khusus kemudian memisahkan kepadatan tulang dari batu pasir, menghasilkan model digital tiga dimensi yang bersih.

Hasil pemindaian menunjukkan bahwa muntah tersebut mengandung sisa-sisa dari tiga spesies hewan yang berbeda. Identifikasi menunjukkan adanya Thuringothyris mahlendorffae (reptil kecil sepanjang 3,5 inci), Eudibamus cursoris (sekitar 4 inci), dan kerabat Diadectes yang bisa tumbuh hingga 2 kaki.

Analisis Kimia Bedakan Muntah dan Kotoran

Salah satu tantangan terbesar adalah membedakan muntah dari kotoran fosil (koprolit). Tim menggunakan analisis kimia untuk melacak kandungan fosfor. Pada koprolit, fosfor biasanya meresap ke sedimen sekitarnya selama proses pencernaan yang panjang di usus.

Namun, pada fosil ini, sedimen tepat di samping tulang mengandung sedikit fosfor. Hal ini membuktikan bahwa gumpalan tersebut dikeluarkan lebih awal dari tubuh sebelum perut memprosesnya secara penuh. Pola kimia ini memperkuat teori bahwa ini adalah pellet muntahan yang kompak.

Melacak Sang Predator Purba

Meski tidak ditemukan gigi atau fragmen tengkorak sang pemangsa di dalam fosil tersebut, para ilmuwan memiliki dua tersangka utama berdasarkan ukuran dan lokasi temuan. Mereka adalah Dimetrodon teutonis dan Tambacarnifex unguifalcatus.

Keduanya termasuk dalam kelompok synapsida, garis keturunan vertebrata yang di kemudian hari berevolusi menjadi mamalia. Penemuan ini memberikan bukti langsung mengenai taktik berburu oportunistik di mana predator melahap beberapa mangsa sekaligus dalam waktu singkat.

Situs Bromacker sendiri dikenal sebagai lokasi penggalian unik karena sering menghasilkan kerangka darat yang lengkap beserta jejak kakinya. Sejak penggalian pertama oleh Thomas Martens pada 1974, lokasi ini terus memberikan data penting yang membantu ilmuwan memahami ekosistem darat paling awal di bumi.

Tags: Bromacker Jermanfosil muntah tertuafosil purbapenemuan paleontologi 2026sains terbarusejarah rantai makanan
Previous Post

Rahasia Lantai Dansa Lebah Madu: Studi Terbaru 2026 Ungkap Pola Komunikasi Koloni

Next Post

Rahasia Bertahan Hidup Suku Maya: Dari Piramida ke Gubuk Pasca-Krisis Iklim

Related Posts

Diet Bangsa Sumeria Kuno
Sejarah & Purbakala

Rahasia Diet Bangsa Sumeria Kuno Terungkap Melalui Enamel Gigi

25/03/2026
Fosil Kukang Raksasa Argentina
Sejarah & Purbakala

Penemuan Fosil Kukang Raksasa Argentina Berusia 400 Ribu Tahun

20/03/2026
Kamuflase Arota festae
Sejarah & Purbakala

Keajaiban Evolusi 2026: Rahasia Kamuflase Arota festae yang Berubah dari Pink Menjadi Hijau

19/03/2026
Next Post
Maya survival

Rahasia Bertahan Hidup Suku Maya: Dari Piramida ke Gubuk Pasca-Krisis Iklim

Ilustrasi baterai

Terobosan Baterai Air China 2026: Tahan 120 Ribu Siklus dan Bebas Kebakaran

GUNUNG BERAPI MARS

Misteri Vulkanisme Mars: Ilmuwan Ungkap Evolusi Kompleks Pavonis Mons

Dinonaurus Punah

Daftar Hewan yang Selamat dari Kepunahan Dinosaurus: Rahasia Bertahan Hidup di Kiamat Purba

Sea-Rex pliosaur skull

Misteri Sea-Rex 2026: Fosil Pliosaurus Paling Utuh di Dunia Ungkap Kekuatan Gigitan Purba

Panel surya dua fungsi
Teknologi

Inovasi Panel Surya Dua Fungsi Harvard: Solusi Listrik dan Penghangat Otomatis 2026

29/03/2026

Tarshadigital.com - Panel surya dua fungsi kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhati teknologi energi terbarukan pada tahun 2026. Para...

Read more
Mesin Fusion Sunbird

Terobosan Mesin Fusion Sunbird: Lompatan Besar Teknologi Antariksa di Tahun 2026

29/03/2026
Teknologi Penangkapan Karbon Efisien

Teknologi Penangkapan Karbon Efisien Viciazite dari Jepang Turunkan Biaya Emisi 2026

28/03/2026
Astronom baru saja mengungkap fenomena langka tabrakan planet mirip bumi di sistem Gaia20ehk.

Ilmuwan Temukan Tabrakan Planet Mirip Bumi di Galaksi Bima Sakti

28/03/2026
mekanisme pembersihan metana

Mekanisme Pembersihan Metana di Atmosfer Menguat di Tengah Krisis Iklim 2026

27/03/2026
Tarshadigital

Menjelajah Pengetahuan, Tanpa Batas!

  • indeks
  • Privacy Policy
  • Tarshadigital

© 2025 tarshadigital.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks

© 2025 tarshadigital.com