Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesies dinosaurus pemangsa berukuran kecil dari India yang hidup sekitar 220 juta tahun lalu. Spesies baru bernama Maleriraptor kuttyi ini menjadi kunci penting yang menjembatani evolusi antara predator awal dari Amerika Selatan dan spesies yang muncul kemudian di Amerika Utara. Temuan ini berasal dari Upper Maleri Formation di India, wilayah yang menyimpan fosil dari masa Trias Akhir.
Penelitian yang dipimpin oleh Martín D. Ezcurra, Ph.D., dari University of Birmingham, mengungkap bahwa fosil ini sempat salah diklasifikasikan sebagai dinosaurus sauropodomorph saat pertama kali ditemukan pada 1989. Namun analisis terbaru menunjukkan bahwa tulang-tulang tersebut justru berasal dari salah satu cabang awal dinosaurus karnivor yang mampu bertahan setelah peristiwa kepunahan global.
Predator Kecil yang Bertahan dari Guncangan Ekosistem
Maleriraptor kuttyi hidup tak lama setelah kejadian besar yang mengubah ekosistem dunia, yaitu Carnian Pluvial Episode, sekitar 233 juta tahun lalu. Letusan gunung api masif dan perubahan iklim ekstrem menyebabkan banyak hewan punah, termasuk para herbivora rhynchosaur. Namun di tengah keruntuhan itu, kelompok predator awal seperti Maleriraptor justru berhasil bertahan.
Analisis anatomi menunjukkan ciri khas penting pada pinggul dan ekornya. Salah satunya adalah ketiadaan brevis fossa—alur di tulang pinggul—yang biasanya ada pada kelompok dinosaurus karnivor tertentu. Selain itu, struktur pubic boot, tempat melekatnya otot perut, juga lemah atau hampir tidak ada. Kombinasi unik ini membuat Maleriraptor berada di luar kelompok herrerasaurid klasik dari Amerika Selatan, meskipun tetap sangat dekat secara evolusi.
Mengisi Kekosongan Evolusi dan Menyatukan Jejak Antar Benua
Fosil ini memperlihatkan bahwa para predator awal masih bertahan di Gondwana—superbenua yang dulu mencakup India—bahkan setelah perubahan ekosistem besar. Kondisi iklim di India saat itu ternyata mirip dengan wilayah Amerika Utara bagian selatan, sehingga memungkinkan spesies dengan ciri serupa hidup di kedua wilayah.
Penamaan Maleriraptor kuttyi juga menjadi tonggak penting dalam rekonstruksi sejarah evolusi dinosaurus. Spesies ini menghubungkan celah antara predator awal dari Amerika Selatan dan bentuk yang lebih muda dari Amerika Utara—membantu ilmuwan memperjelas timeline evolusi dinosaurus karnivor.
Penelitian ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada T. S. Kutty, yang menemukan fosil tersebut puluhan tahun lalu. Dengan teknologi modern, temuan lamanya itu akhirnya terungkap sebagai salah satu kunci penting dalam sejarah evolusi dinosaurus.













