Friday, July 3, 2026
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tarshadigital
Home Teknologi

Nasa Luncurkan Tiga Satelit Baru untuk Peringatan Dini Badai Matahari

in Teknologi, Antariksa
Nasa Luncurkan Tiga Satelit Baru untuk Peringatan Dini Badai Matahari

Observatorium Dinamika Surya NASA menangkap gambar suar matahari ini pada 2 Oktober 2014. Semburan material matahari yang meletus ke luar angkasa dapat dilihat tepat di sebelah kanannya.(Doc NASA)

Nasa Luncurkan Tiga Satelit baru untuk mengantisipasi ancaman badai matahari yang diprediksi meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Fenomena ini bisa mengganggu astronot, satelit komunikasi, jaringan listrik, hingga koneksi internet di seluruh dunia. Dengan satelit ini, NASA ingin memberikan peringatan dini sebelum badai matahari mencapai Bumi.

Ketiga satelit tersebut dijadwalkan meluncur pada Selasa mendatang dan akan ditempatkan di orbit khusus yang sejajar dengan Bumi dan Matahari. Dari sana, mereka akan memantau partikel bermuatan dari ledakan matahari. Data tersebut dapat memberikan peringatan sekitar 30 menit sebelum badai menyentuh atmosfer Bumi—waktu yang sangat penting untuk melakukan langkah perlindungan, terutama bagi sistem komunikasi dan jaringan listrik.

Fenomena badai matahari bukan hal baru. Dalam siklus 11 tahunan, aktivitas matahari dapat meningkat dan menyebabkan badai geomagnetik. Beberapa kasus besar di masa lalu pernah menimbulkan pemadaman listrik, gangguan satelit, hingga lumpuhnya sistem navigasi. Contohnya pada tahun 1989, badai matahari memadamkan listrik selama 9 jam di Quebec, Kanada. Dan yang paling ekstrem adalah Carrington Event pada tahun 1859 yang membuat seluruh jaringan telegraf dunia berhenti berfungsi.

BacaJuga

Kejutan Besar Dunia Astronomi! Proses Pembentukan Planet di Lubang Hitam Supermasif Terdeteksi Melahirkan Jutaan Dunia Baru

Penemuan Mengerikan! Meteorit Gurun Sahara Bongkar Keberadaan Planet yang Hilang dari Tata Surya

Salah satu satelit baru yaitu IMAP (Interstellar Mapping and Acceleration Probe) akan membawa sensor magnetometer super sensitif untuk mendeteksi partikel bermuatan dari jarak lebih dari 90 juta mil. Dua satelit lainnya yaitu SWFO-L1 (Space Weather Follow-On Lagrange 1) dan Carruthers Geocorona Observatory, akan membantu memantau interaksi angin surya dengan atmosfer terluar Bumi.

Ketiga satelit ini akan ditempatkan di titik Lagrange, lokasi stabil di ruang angkasa yang memungkinkan pengamatan non-stop terhadap aktivitas Matahari. Selain itu, NASA juga sedang menyiapkan proyek lanjutan HelioSwarm, yang akan mengirim 9 satelit tambahan untuk mempelajari arah dan kekuatan angin surya secara lebih detail pada tahun 2028.

Dengan sistem pemantauan baru ini, NASA berharap dunia lebih siap menghadapi badai matahari besar yang bisa berdampak pada kehidupan modern yang sangat bergantung pada teknologi.

Tags: Angin SuryaAntariksaAstronomiBadai MatahariBerita SainsBerita TeknologiCuaca AntariksaIMAPMatahariNASASatelit NASASWFOL1Teknologi Antariksa
Previous Post

Ilmuwan Ciptakan “Bola Api Kosmik” di Bumi — Ungkap Rahasia Medan Magnet Alam Semesta

Next Post

Waspada! 14 Modus Penipuan WhatsApp yang Sering Menjebak Pengguna, Kenali Ciri-cirinya Sebelum Jadi Korban

Related Posts

Ilustrasi yang menunjukkan anatomi lubang hitam supermasif dan AGN di jantung NGC 4151.(Laboratorium Gambar Konseptual Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA)
Antariksa

Kejutan Besar Dunia Astronomi! Proses Pembentukan Planet di Lubang Hitam Supermasif Terdeteksi Melahirkan Jutaan Dunia Baru

16/06/2026
planet yang hilang
Antariksa

Penemuan Mengerikan! Meteorit Gurun Sahara Bongkar Keberadaan Planet yang Hilang dari Tata Surya

14/06/2026
Antariksa

Titik Terang Astronomi! Misteri Sinyal Radio Misterius yang Berdenyut Setiap Jam dari Luar Angkasa Akhirnya Terpecahkan

13/06/2026
Next Post
Waspada! 14 Modus Penipuan WhatsApp yang Sering Menjebak Pengguna, Kenali Ciri-cirinya Sebelum Jadi Korban

Waspada! 14 Modus Penipuan WhatsApp yang Sering Menjebak Pengguna, Kenali Ciri-cirinya Sebelum Jadi Korban

Internet

Internet 1 Gbps Hadir Mulai 2026, Pemerintah Siapkan Akses Super Cepat ke Seluruh Indonesia

Qualcomm-AI200

Qualcomm Rilis Chip AI Super Cepat AI200 & AI250: Bandwidth 10x Lebih Kencang, Memori 768 GB!

The-Xpeng-P7+

Xpeng Luncurkan Mobil Hybrid Bertenaga AI Pertama di Dunia: Isi Daya 80% Hanya Dalam 12 Menit!

jet-pack

Dari Mobil Terbang hingga Jetpack: Era Transportasi Langit Semakin Dekat!

Ilustrasi yang menunjukkan anatomi lubang hitam supermasif dan AGN di jantung NGC 4151.(Laboratorium Gambar Konseptual Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA)
Antariksa

Kejutan Besar Dunia Astronomi! Proses Pembentukan Planet di Lubang Hitam Supermasif Terdeteksi Melahirkan Jutaan Dunia Baru

16/06/2026

Tarshadigital.com - BOULDER — Sebuah paradigma baru dalam ilmu pengetahuan antariksa kembali terguncang oleh temuan menakjubkan dari para ilmuwan dunia....

Read more
mengubah kimia purba Bumi menjadi kehidupan

Dobrakan Radikal! Ilmuwan Temukan Teori Baru Asal-Usul Kehidupan di Bumi Lewat Robot Mineral Purba

14/06/2026
planet yang hilang

Penemuan Mengerikan! Meteorit Gurun Sahara Bongkar Keberadaan Planet yang Hilang dari Tata Surya

14/06/2026
Suara berdenging di telinga

Sangat Fatal! Telinga Berdenging Ternyata Menjadi Tanda Awal Gangguan Pendengaran yang Sering Diabaikan Masyarakat

13/06/2026

Titik Terang Astronomi! Misteri Sinyal Radio Misterius yang Berdenyut Setiap Jam dari Luar Angkasa Akhirnya Terpecahkan

13/06/2026
Tarshadigital

Menjelajah Pengetahuan, Tanpa Batas!

  • indeks
  • Privacy Policy
  • shop
  • Tarshadigital

© 2026 tarshadigital.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks

© 2026 tarshadigital.com