Thursday, April 16, 2026
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tarshadigital
Home Antariksa

NASA Temukan JADES-ID1 Protocluster Tertua Bukti Alam Semesta Tumbuh Cepat

NASA melalui teleskop James Webb dan Chandra menemukan JADES-ID1, protocluster raksasa berusia 12,7 miliar tahun.

in Antariksa
Ilustrasi

Ilustrasi

Tarshadigital.com (Washington) – Memasuki awal tahun 2026, dunia astronomi digemparkan oleh temuan terbaru Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Para ilmuwan berhasil mengonfirmasi keberadaan JADES-ID1, sebuah protocluster atau gugus galaksi purba yang terbentuk hanya satu miliar tahun setelah Big Bang. Penemuan ini memaksa para ahli untuk menulis ulang buku teks mengenai sejarah pembentukan struktur alam semesta.

Objek raksasa ini terdeteksi berada pada jarak 12,7 miliar tahun cahaya dari Bumi. Keberadaan struktur sebesar JADES-ID1 di masa awal kosmos menjadi bukti kuat bahwa alam semesta tumbuh dan berkembang jauh lebih agresif serta lebih cepat dari yang diprediksi oleh model kosmologi standar sebelumnya.

Massa Raksasa di Awal Waktu

JADES-ID1 bukan sekadar kumpulan galaksi biasa. Protocluster ini memiliki massa fantastis, yakni sekitar 20 triliun kali massa Matahari. Dalam pengamatan yang dipublikasikan di jurnal Nature pada akhir Januari 2026, struktur ini diidentifikasi sebagai tahap awal pembentukan gugus galaksi masif.

BacaJuga

Ilmuwan Temukan Tabrakan Planet Mirip Bumi di Galaksi Bima Sakti

Mekanisme Pembersihan Metana di Atmosfer Menguat di Tengah Krisis Iklim 2026

Penemuan ini menjadi istimewa karena menurut teori yang selama ini dipegang, struktur dengan kepadatan dan massa seperti itu diperkirakan baru muncul dua hingga tiga miliar tahun setelah ledakan besar. Namun, JADES-ID1 membuktikan bahwa hanya dalam waktu satu miliar tahun, gravitasi telah mampu menyatukan puluhan galaksi menjadi satu kesatuan yang terikat kuat.

Kolaborasi Strategis James Webb dan Chandra

Keberhasilan mengonfirmasi JADES-ID1 merupakan buah dari kolaborasi dua teleskop paling canggih milik umat manusia: James Webb Space Telescope (JWST) dan Chandra X-ray Observatory.

Teleskop James Webb melalui program JWST Advanced Deep Extragalactic Survey (JADES) berhasil mengidentifikasi setidaknya 66 galaksi kandidat yang berkerumun di wilayah tersebut. Sementara itu, Chandra memberikan bukti pamungkas dengan mendeteksi awan gas panas jutaan derajat yang memancarkan sinar-X di sekitar galaksi-galaksi tersebut.

Keberadaan gas panas ini adalah “smoking gun” atau bukti tak terbantahkan bahwa kumpulan galaksi tersebut telah mulai menyatu di bawah pengaruh gravitasi yang sangat besar, sebuah proses yang dalam istilah astronomi disebut virialisasi.

Alam Semesta yang Terburu-buru

Akos Bogdan dari Center for Astrophysics | Harvard & Smithsonian, yang memimpin riset ini, menyatakan bahwa JADES-ID1 memberikan bukti nyata bahwa alam semesta berada dalam “ketergesaan” untuk tumbuh. “Ini mungkin protocluster terjauh yang pernah dikonfirmasi secara resmi hingga tahun 2026 ini,” ujarnya.

Senada dengan Bogdan, peneliti dari University of Manchester, Qiong Li, menyebutkan bahwa temuan ini melengkapi rangkaian kejutan dari James Webb. Sebelumnya, ilmuwan telah menemukan galaksi dan lubang hitam yang terlalu besar untuk usianya. Kini, terbukti bahwa gugus galaksi pun mampu tumbuh secara prematur dalam skala kosmik.

Implikasi bagi Ilmu Pengetahuan

Dengan ditemukannya JADES-ID1, para astronom kini dihadapkan pada tantangan baru untuk menjelaskan mekanisme fisik yang memungkinkan materi gelap dan gas berkumpul begitu cepat di masa awal. Temuan ini membuka babak baru dalam penelitian energi gelap dan materi gelap, yang merupakan komponen misterius penyusun sebagian besar alam semesta.

Para ilmuwan memprediksi bahwa dalam miliaran tahun evolusinya, JADES-ID1 akan terus berkembang menjadi gugus galaksi masif yang serupa dengan Gugus Coma atau Gugus Virgo yang lokasinya lebih dekat dengan galaksi Bima Sakti saat ini.

Tags: astronomi 2026Chandra X-rayEvolusi Alam SemestagalaksiJADES-ID1James WebbNASAProtocluster
Previous Post

Teleskop James Webb Abadikan Galaksi Ubur-ubur dari Masa Remaja Alam Semesta

Next Post

Mengapa NASA Tetap Gunakan Hidrogen di Misi Artemis 2026 Meski Sering Bocor?

Related Posts

Astronom baru saja mengungkap fenomena langka tabrakan planet mirip bumi di sistem Gaia20ehk.
Antariksa

Ilmuwan Temukan Tabrakan Planet Mirip Bumi di Galaksi Bima Sakti

28/03/2026
mekanisme pembersihan metana
Antariksa

Mekanisme Pembersihan Metana di Atmosfer Menguat di Tengah Krisis Iklim 2026

27/03/2026
Fenomena Gelombang Atmosfer Misterius
Antariksa

Fenomena Gelombang Atmosfer Misterius Terdeteksi ISS: Dampak Badai Besar 2026

27/03/2026
Next Post
Bahan Bakar Hidrogen

Mengapa NASA Tetap Gunakan Hidrogen di Misi Artemis 2026 Meski Sering Bocor?

DNA Kuno Ungkap Misteri Makam 5.500 Tahun di Swedia

DNA Kuno Ungkap Misteri Makam 5.500 Tahun di Swedia: Hubungan Keluarga Ternyata Lebih Luas

Ilustrasi katai putih yang bergabung dengan bintang raksasa merah.

Hubble Ungkap Rahasia WD 0525+526: Katai Putih Ultra Masif Hasil Tabrakan Bintang

Ilustrasi

Fenomena Misterius ASASSN-24fw: Rahasia Bintang Raksasa yang Meredup Drastis

danau tibet

Misteri Hilangnya Danau Tibet: Penyusutan Air Picu Aktivitas Patahan Purba 2026

Panel surya dua fungsi
Teknologi

Inovasi Panel Surya Dua Fungsi Harvard: Solusi Listrik dan Penghangat Otomatis 2026

29/03/2026

Tarshadigital.com - Panel surya dua fungsi kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhati teknologi energi terbarukan pada tahun 2026. Para...

Read more
Mesin Fusion Sunbird

Terobosan Mesin Fusion Sunbird: Lompatan Besar Teknologi Antariksa di Tahun 2026

29/03/2026
Teknologi Penangkapan Karbon Efisien

Teknologi Penangkapan Karbon Efisien Viciazite dari Jepang Turunkan Biaya Emisi 2026

28/03/2026
Astronom baru saja mengungkap fenomena langka tabrakan planet mirip bumi di sistem Gaia20ehk.

Ilmuwan Temukan Tabrakan Planet Mirip Bumi di Galaksi Bima Sakti

28/03/2026
mekanisme pembersihan metana

Mekanisme Pembersihan Metana di Atmosfer Menguat di Tengah Krisis Iklim 2026

27/03/2026
Tarshadigital

Menjelajah Pengetahuan, Tanpa Batas!

  • indeks
  • Privacy Policy
  • Tarshadigital

© 2025 tarshadigital.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks

© 2025 tarshadigital.com