Tarshadigital.com (BUENOS AIRES) – Dunia ilmu pengetahuan kembali digemparkan dengan publikasi mendalam mengenai salah satu makhluk paling misterius dari masa prasejarah. Sebuah kerangka dinosaurus mirip burung yang hidup 90 juta tahun lalu, Alnashetri cerropoliciensis, kini menjadi kunci penting dalam memecahkan teka-teki evolusi di Amerika Selatan.
Dinosaurus ini memiliki ukuran yang sangat mungil untuk standar zaman purba. Dengan berat kurang dari 1 kilogram, Alnashetri tercatat sebagai salah satu dinosaurus non-avian terkecil yang pernah ditemukan di wilayah Amerika Selatan. Fosilnya terkubur di bawah lapisan batu pasir merah di wilayah Patagonia, Argentina.

Batu Rosetta Paleontologi
Penelitian yang dipimpin oleh Peter Makovicky dari University of Minnesota bersama rekan sejawatnya dari Argentina, Sebastian Apesteguia, berhasil mengungkap spesimen yang hampir lengkap dan terartikulasi.Sebelum temuan ini mencapai tahap analisis final pada 2026, para ahli hanya memiliki fragmen tulang yang sulit diinterpretasikan. Makovicky menjelaskan bahwa memiliki kerangka yang utuh ibarat menemukan Batu Rosetta bagi para paleontolog.
Temuan ini menjadi titik referensi yang memungkinkan ilmuwan mengidentifikasi temuan-temuan kecil lainnya secara akurat dan memetakan transisi evolusi anatomi serta ukuran tubuh dinosaurus dengan lebih presisi.
Anatomi dan Keunikan Fisik
Alnashetri merupakan anggota dari keluarga alvarezsaur, kelompok dinosaurus yang dikenal karena bentuk tubuhnya yang unik. Kelompok ini termasyhur karena memiliki lengan yang pendek dan kokoh, dengan satu kuku jempol raksasa di ujungnya, serta gigi-gigi yang sangat kecil.
Data terbaru menunjukkan bahwa Alnashetri memiliki lengan yang lebih panjang dan gigi yang lebih besar dibandingkan keturunannya di masa depan. Hal ini membuktikan sebuah fakta baru dalam teori evolusi: dinosaurus ini berevolusi menjadi ukuran kecil jauh sebelum mereka mengembangkan ciri anatomi khusus sebagai pemakan semut.
Hasil analisis tulang juga mengonfirmasi bahwa Alnashetri sudah mencapai usia dewasa pada umur empat tahun. Ini menunjukkan bahwa kelompok Alvarezsaur memang mempertahankan ukuran tubuh yang mungil sepanjang hidup mereka, dengan spesies terbesar hanya mencapai ukuran rata-rata manusia dewasa.
Warisan Pangaea dan Situs La Buitrera
Data distribusi fosil ini menunjukkan bahwa dinosaurus tersebut berasal dari periode yang jauh lebih awal, yakni saat daratan bumi masih menyatu dalam superkontinen Pangaea.
Penyebaran global mereka bukan disebabkan oleh perjalanan menyeberangi lautan, melainkan akibat hanyutan daratan yang perlahan-lahan terpisah. Fosil bersejarah ini ditemukan di kawasan fosil La Buitrera, Argentina. Selama dua dekade terakhir, situs ini telah menjadi laboratorium kelas dunia yang memberikan wawasan langka mengenai kehidupan periode Cretaceous, mulai dari ular primitif hingga mamalia bergigi tajam.
Hingga awal 2026, tim peneliti masih terus bekerja di lokasi tersebut. Makovicky menyatakan bahwa babak selanjutnya dari kisah Alvarezsaur sudah ditemukan di situs yang sama dan sedang menunggu untuk dipublikasikan kepada dunia.













