Tuesday, August 18, 2026
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tarshadigital
Home Sejarah & Purbakala

Air “Aneh” dari Tanaman Purba Berusia 400 Juta Tahun Ungkap Jejak Iklim Kuno Bumi

Tumbuhan horsetail menciptakan air dengan tanda isotop mirip meteorit, membuka cara baru membaca iklim purba hingga zaman dinosaurus.

in Sejarah & Purbakala
Tanaman ekor kuda

Tanaman ekor kuda bertindak sebagai penyuling alami ekstrem, menghasilkan pola isotop yang dulu dianggap mustahil terjadi di Bumi. Pola ini yang terawetkan dalam fosil memberikan cara baru untuk meneliti kondisi iklim purba. Kredit: Shutterstock

Tarshadigital.com –  Sebuah penelitian terbaru mengungkap fenomena unik pada tanaman purba berumur 400 juta tahun yang masih hidup hingga kini—horsetail atau ekor kuda. Tanaman ini ternyata mampu menghasilkan air dengan tanda isotop oksigen yang sangat ekstrem, sampai-sampai menyerupai air yang ditemukan pada meteorit. Temuan ini membuka metode baru untuk membaca iklim purba yang tersimpan dalam tumbuhan modern dan fosil yang telah bertahan jutaan tahun.

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Zachary Sharp dari University of New Mexico ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi PNAS. Tim menemukan bahwa air yang mengalir melalui batang horsetail mengalami proses penyaringan alami yang sangat intens, hingga menghasilkan “tanda isotop” yang tak pernah tercatat sebelumnya di Bumi. Tanaman ini bertindak seperti menara distilasi alami, menyerap, menyaring, dan memodifikasi air secara luar biasa.

3. Fosil Horsetail Simpan Iklim Jutaan Tahun, Termasuk Zaman Dinosaurus

  • 1. Jejak Isotop Ekstrem Jadi Alat Baru Baca Iklim Gurun
  • 2. Mirip Air dari Meteorit, Menarik Perhatian Dunia Ilmiah
  • 3. Fosil Horsetail Simpan Iklim Jutaan Tahun, Termasuk Zaman Dinosaurus
Previous
Next

Isotop oksigen—penanda alami untuk memahami sumber air, kelembapan, dan kondisi atmosfer—biasanya sulit diprediksi pergerakannya. Namun horsetail memberikan kasus unik: nilai isotop pada bagian pucuknya menunjukkan perubahan ekstrem yang selama ini membingungkan para ilmuwan.

Tim meneliti spesies Equisetum laevigatum di sepanjang Sungai Rio Grande, New Mexico. Dari akar hingga pucuk, tanda isotop berubah drastis. Hasil ini membantu memecahkan misteri perbedaan isotop pada tanaman gurun lain, sekaligus menjadi alat rekonstruksi iklim yang sangat akurat di wilayah kering.

Profesor Sharp menyebut struktur tanaman ini sebagai “silinder setinggi satu meter dengan sejuta lubang,” sesuatu yang mustahil dibuat di laboratorium.

Saat dipresentasikan dalam Konferensi Geokimia Goldschmidt di Praha, temuan ini mengejutkan banyak ilmuwan. Nilai isotop pada horsetail sangat ekstrem hingga tampak seperti berasal dari bahan luar angkasa.

“Kalau saya menemukan sampel ini tanpa konteks, saya akan bilang ini air dari meteorit,” ujar Sharp.

Data baru ini juga memungkinkan pembaruan model isotop oksigen, yang dapat membantu memahami kondisi atmosfer dan siklus air di masa lampau.

Horsetail purba, yang dulu dapat tumbuh hingga 30 meter, menyimpan partikel silika mikroskopis bernama phytoliths. Struktur ini mampu mengawetkan tanda isotop selama jutaan tahun. Karena itu, para ilmuwan kini bisa memperkirakan kelembapan dan iklim purba hingga ke masa ketika dinosaurus masih menguasai Bumi.

Sharp menyebut phytoliths sebagai “paleo-hygrometer”—alat ukur kelembapan zaman purba.

Penelitian ini menegaskan bahwa tanaman purba bukan sekadar fosil bisu, melainkan penyimpan data iklim yang sangat berharga bagi ilmu bumi dan paleoklimatologi.

3. Fosil Horsetail Simpan Iklim Jutaan Tahun, Termasuk Zaman Dinosaurus

  • 1. Jejak Isotop Ekstrem Jadi Alat Baru Baca Iklim Gurun
  • 2. Mirip Air dari Meteorit, Menarik Perhatian Dunia Ilmiah
  • 3. Fosil Horsetail Simpan Iklim Jutaan Tahun, Termasuk Zaman Dinosaurus
Previous
Next

BacaJuga

Dobrakan Radikal! Ilmuwan Temukan Teori Baru Asal-Usul Kehidupan di Bumi Lewat Robot Mineral Purba

Kejutan Besar Dunia Sains! Penemuan Fosil Reptil Purba Mirip Buaya Ompong Berkaki Dua Berhasil Pecahkan Misteri Puluhan Tahun

Tarshadigital.com –  Sebuah penelitian terbaru mengungkap fenomena unik pada tanaman purba berumur 400 juta tahun yang masih hidup hingga kini—horsetail atau ekor kuda. Tanaman ini ternyata mampu menghasilkan air dengan tanda isotop oksigen yang sangat ekstrem, sampai-sampai menyerupai air yang ditemukan pada meteorit. Temuan ini membuka metode baru untuk membaca iklim purba yang tersimpan dalam tumbuhan modern dan fosil yang telah bertahan jutaan tahun.

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Zachary Sharp dari University of New Mexico ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi PNAS. Tim menemukan bahwa air yang mengalir melalui batang horsetail mengalami proses penyaringan alami yang sangat intens, hingga menghasilkan “tanda isotop” yang tak pernah tercatat sebelumnya di Bumi. Tanaman ini bertindak seperti menara distilasi alami, menyerap, menyaring, dan memodifikasi air secara luar biasa.

3. Fosil Horsetail Simpan Iklim Jutaan Tahun, Termasuk Zaman Dinosaurus

  • 1. Jejak Isotop Ekstrem Jadi Alat Baru Baca Iklim Gurun
  • 2. Mirip Air dari Meteorit, Menarik Perhatian Dunia Ilmiah
  • 3. Fosil Horsetail Simpan Iklim Jutaan Tahun, Termasuk Zaman Dinosaurus
Previous
Next

Isotop oksigen—penanda alami untuk memahami sumber air, kelembapan, dan kondisi atmosfer—biasanya sulit diprediksi pergerakannya. Namun horsetail memberikan kasus unik: nilai isotop pada bagian pucuknya menunjukkan perubahan ekstrem yang selama ini membingungkan para ilmuwan.

Tim meneliti spesies Equisetum laevigatum di sepanjang Sungai Rio Grande, New Mexico. Dari akar hingga pucuk, tanda isotop berubah drastis. Hasil ini membantu memecahkan misteri perbedaan isotop pada tanaman gurun lain, sekaligus menjadi alat rekonstruksi iklim yang sangat akurat di wilayah kering.

Profesor Sharp menyebut struktur tanaman ini sebagai “silinder setinggi satu meter dengan sejuta lubang,” sesuatu yang mustahil dibuat di laboratorium.

Saat dipresentasikan dalam Konferensi Geokimia Goldschmidt di Praha, temuan ini mengejutkan banyak ilmuwan. Nilai isotop pada horsetail sangat ekstrem hingga tampak seperti berasal dari bahan luar angkasa.

“Kalau saya menemukan sampel ini tanpa konteks, saya akan bilang ini air dari meteorit,” ujar Sharp.

Data baru ini juga memungkinkan pembaruan model isotop oksigen, yang dapat membantu memahami kondisi atmosfer dan siklus air di masa lampau.

Horsetail purba, yang dulu dapat tumbuh hingga 30 meter, menyimpan partikel silika mikroskopis bernama phytoliths. Struktur ini mampu mengawetkan tanda isotop selama jutaan tahun. Karena itu, para ilmuwan kini bisa memperkirakan kelembapan dan iklim purba hingga ke masa ketika dinosaurus masih menguasai Bumi.

Sharp menyebut phytoliths sebagai “paleo-hygrometer”—alat ukur kelembapan zaman purba.

Penelitian ini menegaskan bahwa tanaman purba bukan sekadar fosil bisu, melainkan penyimpan data iklim yang sangat berharga bagi ilmu bumi dan paleoklimatologi.

3. Fosil Horsetail Simpan Iklim Jutaan Tahun, Termasuk Zaman Dinosaurus

  • 1. Jejak Isotop Ekstrem Jadi Alat Baru Baca Iklim Gurun
  • 2. Mirip Air dari Meteorit, Menarik Perhatian Dunia Ilmiah
  • 3. Fosil Horsetail Simpan Iklim Jutaan Tahun, Termasuk Zaman Dinosaurus
Previous
Next
Tags: Ancient EarthFossil RecordsHorsetail Ancient PlantIsotop OksigenMeteorite WaterPaleoclimatePNASScience NewsTanaman PurbaTarsha Digital
Previous Post

Fosil Baru Ungkap Kuda Nil Pernah Hidup di Jerman Saat Zaman Es

Next Post

Tainrakuasuchus bellator: Reptil Purba Gesit yang Menguasai Bumi Sebelum Dinosaurus

Related Posts

mengubah kimia purba Bumi menjadi kehidupan
Sejarah & Purbakala

Dobrakan Radikal! Ilmuwan Temukan Teori Baru Asal-Usul Kehidupan di Bumi Lewat Robot Mineral Purba

14/06/2026
reptil New Mexico
Sejarah & Purbakala

Kejutan Besar Dunia Sains! Penemuan Fosil Reptil Purba Mirip Buaya Ompong Berkaki Dua Berhasil Pecahkan Misteri Puluhan Tahun

12/06/2026
kalajengking
Sejarah & Purbakala

Mengerikan! Penemuan Kalajengking Terbesar di Dunia Purba Ungkap Predasi Monster Buas Era Pra-Dinosaurus

08/06/2026
Next Post
Tainrakuasuchus bellator.

Tainrakuasuchus bellator: Reptil Purba Gesit yang Menguasai Bumi Sebelum Dinosaurus

dwarf galaxy

Misteri Dwarf Galaxy NGC 6789: Pembentukan Bintang Tanpa Sumber Gas di Local Void

erase bad memories

Misteri Cara Menghapus Ingatan Buruk Melalui Tidur: Terobosan Baru dalam Neurosains

underwater exoskeleton

Eksoskeleton Bawah Air Pertama di Dunia, Kurangi Beban Otot dan Hemat Udara Penyelam

juno-experiment

Detektor Neutrino Terbesar JUNO Capai Presisi Rekor Dunia, Ungkap Petunjuk Baru Fisika Partikel

NVIDIA Vera
Teknologi

Lompatan Spektakuler! Uji Coba Superkomputer NVIDIA Dimulai Demi Dorong Kinerja Komputasi 12 Kali Lipat

23/07/2026

Tarshadigital.com - Uji coba superkomputer NVIDIA berbasis prosesor generasi terbaru Vera resmi memasuki babak awal di laboratorium riset paling bergengsi...

Read more
nuclear fuel

Langkah Fantastis! Pembangunan Pabrik Bahan Bakar Nuklir Tercanggih Resmi Dimulai Demi Revolusi Energi Bersih

22/07/2026
electric aircraft

Langkah Revolusioner! Uji Coba Pesawat Listrik AS Sukses Menembus Antarnegara Bagian Demi Misi Penyelamatan Nyawa

22/07/2026
Siber AI

Mengerikan! Ancaman Serangan Siber AI Makin Canggih dan Mengintai Infrastruktur Vital Dunia

20/07/2026
Molekul Gula

Fenomena Spektakuler: Penemuan Molekul Gula Luar Angkasa Membuktikan Bahan Baku Kehidupan Tersebar Melimpah

20/07/2026
Tarshadigital

Menjelajah Pengetahuan, Tanpa Batas!

  • indeks
  • Privacy Policy
  • shop
  • Tarshadigital

© 2026 tarshadigital.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks

© 2026 tarshadigital.com