Thursday, April 16, 2026
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
Tarshadigital
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tarshadigital
Home Teknologi

Investasi AI Kini Terlihat Terlalu Irasional, Kata CEO Alphabet

Sundar Pichai Ingatkan Risiko Gelembung AI saat Alphabet dan Pasar Teknologi Terus Melaju

in Teknologi
investasi AI

CEO Alphabet Sundar Pichai menilai pertumbuhan investasi kecerdasan buatan (AI) saat ini irasional.(Serikzhan Kovlanbayev / Kursiv)

CEO Alphabet Sebut Investasi AI saat Ini Mengandung Unsur Irasionalitas

Tarshadigital.com – Kepala perusahaan induk Google, Alphabet, Sundar Pichai, memperingatkan bahwa ledakan investasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mengandung sedikit “irasionalitas.” Meskipun pertumbuhan pesat ini adalah sebuah “momen luar biasa” dalam dunia teknologi, Pichai mengingatkan risiko terjadinya gelembung investasi yang bisa berdampak luas pada berbagai perusahaan, termasuk Alphabet sendiri.

Saat ini, kekhawatiran tentang gelembung investasi AI makin menguat, tidak hanya di Silicon Valley tetapi juga di banyak pusat teknologi global. Nilai perusahaan teknologi AI meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir, sementara suntikan dana dalam industri ini terus mengalir deras. Lonjakan valuasi serta jumlah investasi yang melonjak ini menimbulkan kecemasan akan potensi pecahnya gelembung serupa seperti yang pernah terjadi pada era dotcom di akhir 1990-an.

Alphabet dan Risiko Gelembung AI

Ketika ditanya apakah Google sebagai bagian dari Alphabet dapat bertahan jika gelembung AI benar-benar pecah, Pichai optimis perusahaan bisa melewati masa sulit tersebut. Namun dia juga realistis dengan mengatakan, “Saya rasa tidak ada perusahaan yang akan kebal, termasuk kami.”

BacaJuga

Inovasi Panel Surya Dua Fungsi Harvard: Solusi Listrik dan Penghangat Otomatis 2026

Teknologi Penangkapan Karbon Efisien Viciazite dari Jepang Turunkan Biaya Emisi 2026

Sahamn Alphabet sendiri telah menguat dua kali lipat dalam tujuh bulan terakhir, mencapai valuasi sekitar US$3,5 triliun. Kenaikan ini didorong kepercayaan pasar terkait kemampuan Alphabet menghadapi ancaman dari kompetitor AI seperti OpenAI, pembuat ChatGPT. Perhatian juga tertuju pada pengembangan superchip AI milik Alphabet yang bersaing dengan chip Nvidia, perusahaan dengan valuasi US$5 triliun pertama di dunia.

Namun begitu, sejumlah analis meragukan kesepakatan rumit senilai US$1,4 triliun yang mengelilingi OpenAI dan memperkirakan pendapatan sektor AI tahun ini tidak akan sebanding dengan investasi besar yang sudah dilakukan. Kondisi ini memicu ketakutan akan pengulangan skenario gelembung dotcom, di mana optimisme berlebihan terhadap teknologi internet menyebabkan lonjakan nilai perusahaan sebelum akhirnya jatuh drastis.

Paralel dengan Gelembung Dotcom

Pichai mengingatkan bahwa siklus investasi seperti ini sering kali “melampaui batas,” sebuah fenomena yang dulu pernah diperingatkan oleh mantan Ketua Federal Reserve AS, Alan Greenspan, pada 1996 tentang “eksuberansi irasional” sebelum gelembung dotcom meletus.

“Kita bisa melihat ke masa depan internet yang jelas memberikan dampak besar, walau ada banyak kelebihan investasi waktu itu. Saya yakin AI akan memiliki perjalanan yang sama,” ungkapnya. “Ada aspek rasional dan sisi irasional dalam masa seperti ini.”

Pichai juga mengutip pernyataan Jamie Dimon, CEO JP Morgan, yang bulan lalu menyampaikan investasi di AI memiliki potensi besar, namun sebagian dana yang dialokasikan kemungkinan akan hilang.

Keunggulan Kompetitif Alphabet

Sundar Pichai menegaskan bahwa Google memiliki keunggulan berkat “tumpukan penuh” teknologi milik sendiri, mulai dari chip untuk AI, data besar dari YouTube, hingga model dan riset mutakhir yang membuat mereka tetap kokoh menghadapi gejolak investasi.

Alphabet juga memperluas investasinya di Inggris, mengumumkan komitmen dana sebesar £5 miliar dalam infrastruktur dan riset AI selama dua tahun mendatang. Hal ini termasuk pengembangan DeepMind, unit AI utama yang berbasis di London.

Dalam waktu dekat, Alphabet bahkan akan melakukan pelatihan model AI mereka secara khusus di Inggris, sesuai langkah pemerintah yang mendukung pengembangan AI untuk memperkuat posisi Inggris sebagai kekuatan AI dunia ketiga setelah AS dan Tiongkok.

Isu Energi dan Dampak Lingkungan

Pichai tidak menutupi tantangan besar energi yang dibutuhkan AI, yang menurut International Energy Agency mencapai sekitar 1,5% dari konsumsi listrik global pada tahun lalu. Ia menegaskan perlunya pengembangan sumber energi baru dan peningkatan kapasitas infrastruktur energi untuk mendukung pertumbuhan AI tanpa menghambat ekonomi.

Meski ekspansi AI berdampak pada keterlambatan pencapaian target iklim Alphabet, perusahaan tetap berkomitmen mencapai nol emisi bersih pada 2030 melalui investasi di teknologi energi baru.

AI dan Masa Depan Dunia Kerja

Pichai menyebut AI sebagai “teknologi paling mendalam” yang pernah diciptakan manusia, dengan potensi mengubah besar cara kita bekerja dan berinteraksi. Ia memperingatkan bahwa teknologi ini akan membawa gangguan sosial, namun juga menciptakan peluang baru.

“AI akan mengembangkan dan mengubah jenis pekerjaan tertentu. Mereka yang bisa beradaptasi akan mendapatkan kesempatan lebih baik dan masa depan yang lebih cerah,” ujar Pichai.

Tags: AI IndonesiaAlphabetartificial intelligenceFuture Of Workinovasi TeknologiInvestasi AIRight To RepairSundar PichaiSustainabilityteknologi AI
Previous Post

ARIA Modular EV — Mobil Listrik Modular dengan 6 Baterai Lepas untuk Perbaikan Mudah di Rumah

Next Post

South Atlantic Anomaly Membesar: Ancaman Medan Magnet Bumi di Atlantik Selatan untuk Satelit

Related Posts

Panel surya dua fungsi
Teknologi

Inovasi Panel Surya Dua Fungsi Harvard: Solusi Listrik dan Penghangat Otomatis 2026

29/03/2026
Teknologi Penangkapan Karbon Efisien
Teknologi

Teknologi Penangkapan Karbon Efisien Viciazite dari Jepang Turunkan Biaya Emisi 2026

28/03/2026
Superkomputer AI Sunrise
Teknologi

Superkomputer AI Sunrise Menjadi Mesin Tercanggih Fusi Nuklir 2026

20/03/2026
Next Post
satelit - medan magnet bumi

South Atlantic Anomaly Membesar: Ancaman Medan Magnet Bumi di Atlantik Selatan untuk Satelit

poros rotasi bumi

Poros Rotasi Bumi Bergeser 80 Cm Akibat Eksploitasi Berlebih Air Tanah Manusia

Super-Earth HD 20794 d

Super-Earth HD 20794 d Ditemukan Hanya 20 Tahun Cahaya: Peluang Terbaik Cari Kehidupan Luar Angkasa

Alat Tes Virus Hepatitis C

Tes Hepatitis C 15 Menit Potong Waktu Diagnosis 75% untuk Akses Pengobatan Lebih Cepat

HAP-alpha

Pesawat Surya HAP-alpha Jerman Dekat Penerbangan Perdana dengan Sayap 27 Meter dan Target Ketinggian 20 Km

Panel surya dua fungsi
Teknologi

Inovasi Panel Surya Dua Fungsi Harvard: Solusi Listrik dan Penghangat Otomatis 2026

29/03/2026

Tarshadigital.com - Panel surya dua fungsi kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhati teknologi energi terbarukan pada tahun 2026. Para...

Read more
Mesin Fusion Sunbird

Terobosan Mesin Fusion Sunbird: Lompatan Besar Teknologi Antariksa di Tahun 2026

29/03/2026
Teknologi Penangkapan Karbon Efisien

Teknologi Penangkapan Karbon Efisien Viciazite dari Jepang Turunkan Biaya Emisi 2026

28/03/2026
Astronom baru saja mengungkap fenomena langka tabrakan planet mirip bumi di sistem Gaia20ehk.

Ilmuwan Temukan Tabrakan Planet Mirip Bumi di Galaksi Bima Sakti

28/03/2026
mekanisme pembersihan metana

Mekanisme Pembersihan Metana di Atmosfer Menguat di Tengah Krisis Iklim 2026

27/03/2026
Tarshadigital

Menjelajah Pengetahuan, Tanpa Batas!

  • indeks
  • Privacy Policy
  • Tarshadigital

© 2025 tarshadigital.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Antariksa
  • Sejarah & Purbakala
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Indeks

© 2025 tarshadigital.com