Tarshadigital.com – BUCHAREST – Sebuah ancaman sekaligus harapan medis baru saja bangkit dari kegelapan ribuan tahun. Para peneliti dari Institut Biologi Bucharest, Akademi Rumania, berhasil mengisolasi jenis bakteri kuno yang terkunci di dalam Gua Es Scarisoara, Pegunungan Apuseni, selama lebih dari 5.000 tahun. Hasil penelitian yang dipublikasikan pada Februari 2026 ini mengejutkan dunia medis: bakteri tersebut terbukti kebal terhadap berbagai jenis antibiotik modern yang saat ini menjadi tumpuan dokter dalam menangani infeksi serius.
Jejak Purba di Kedalaman Es
Strain bakteri yang dinamakan Psychrobacter SC65A.3 ini ditemukan di dalam sampel inti es sepanjang 25 meter yang diambil dari bagian Great Hall gua tersebut. Lapisan es ini bertindak sebagai kapsul waktu yang menyimpan catatan kehidupan mikroba hingga 13.000 tahun yang lalu. Dr. Cristina Purcarea, ilmuwan senior yang memimpin tim peneliti, mengungkapkan bahwa meski berasal dari masa prasejarah, bakteri ini membawa lebih dari 100 gen yang terkait dengan resistensi antimikroba.
“Meskipun berasal dari ribuan tahun lalu, strain ini menunjukkan resistensi terhadap beberapa antibiotik modern dan memiliki kemampuan enzimatik yang sangat signifikan untuk potensi bioteknologi masa depan,” ujar Dr. Purcarea dalam laporan resminya.
Anomali Medis: Kebal namun Mematikan Superbug
Dalam uji laboratorium, Psychrobacter SC65A.3 dihadapkan pada 28 jenis antibiotik dari 10 kelas berbeda. Hasilnya, bakteri ini mampu bertahan melawan 10 jenis obat esensial, termasuk Rifampicin, Vancomycin, dan Ciprofloxacin. Obat-obatan tersebut merupakan lini utama dalam pengobatan tuberkulosis, kolitis, hingga infeksi saluran kemih (ISK). Namun, bakteri ini juga menyimpan sifat paradoks.
Di satu sisi ia kebal obat, namun di sisi lain ia mampu menghambat pertumbuhan bakteri “superbug” paling mematikan di rumah sakit saat ini, seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Keunikan inilah yang membuat para ilmuwan optimis bahwa gen-gen misterius di dalamnya dapat menjadi bahan dasar pengembangan antibiotik generasi baru.
Risiko di Tengah Krisis Iklim 2026
Penemuan ini muncul di tengah peringatan global mengenai percepatan pencairan es kutub dan gletser daratan pada tahun 2026. Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada awal tahun ini menyebutkan bahwa 1 dari 6 infeksi bakteri umum di dunia kini telah kebal terhadap pengobatan standar.
Dr. Purcarea memperingatkan bahwa jika pemanasan global terus mencairkan simpanan es purba ini, mikroba-mikroba dengan gen resisten tersebut dapat lepas ke lingkungan modern dan bertukar materi genetik dengan bakteri saat ini. Hal ini dikhawatirkan akan memperparah krisis resistensi antimikroba global yang sudah berada pada level mengkhawatirkan.
Potensi Bioteknologi
Selain risiko kesehatan, kelompok Psychrobacter dikenal sebagai mikroba yang sangat beradaptasi dengan lingkungan dingin. Enzim yang mereka hasilkan tetap aktif pada suhu rendah, sebuah karakteristik yang sangat dicari dalam industri manufaktur ramah lingkungan untuk menghemat energi.
Hingga saat ini, para ilmuwan masih meneliti sekitar 600 gen dalam genom SC65A.3 yang fungsinya belum diketahui secara pasti. Eksplorasi genetik ini diharapkan dapat membuka tabir evolusi bakteri jauh sebelum penggunaan antibiotik massal oleh manusia dimulai pada abad ke-20.













